CIANJURTODAY.COM, Cianjur – Sejumlah tempat wisata di Kabupaten Cianjur dibuka, tapi dengan sekolah. Para pelajar pun harus kembali menahan rindu untuk belajar di kelas, karena pembelajaran daring masih terus berlanjut.

Padahal, tahun ajaran baru sudah ada di depan mata. Sebagian pelajar mempertanyakan terkait hal ini, mengingat beberapa tempat wisata di Cianjur telah dibuka.

Harry (16) misalnya, siswa dari salah satu SMA swasta di Kabupaten Cianjur ini mengaku bingung. Sebab, tempat wisata kembali dibuka sedangkan sekolah belum.

“Ya bingung aja. Tempat wisata pada dibuka, kalau sekolah belum. Emang bedanya apa? Malah lebih ramai di tempat wisata,” singkatnya kepada Cianjur Today, Kamis (09/07/2020).

Dalam menjawab pertanyaan tersebut, Juru Bicara Pusat Informasi Covid-19 Kabupaten Cianjur, Yusman Faisal, angkat bicara. Ia menjelaskan, anak sekolah sangat rentan terhadap virus corona.

“Karena pendidikan itu terutama udia SD, SMP masih sangat rawan dari segi resiko umur. Resikonya tinggi untuk anak-anak di bawah 15 tahun. Sehingga kalau terpapar itu bisa sangat membahayakan bagi ancaman jiwanya,” jelasnya kepada Cianjur Today.

Kerawanan tersebut berbeda dengan orang dewasa. Ia
menjelaskan bahwa orang dewasa saya tahan tubuhnya lebih kuat.

“Berbeda kalau sama orang dewasa itu. Pertama lebih tahan. Dan kalaupun terpapar hanya kurang lebih 5 sampai 8 persen yang meyebabkan kematian,” kata dia.

Itulah alasan pemerintah sangat hati-hati terhadap anak-anak di tengha pandemi Covid-19 ini. Yusman menyebut keterpaparan kematiannya lebih tinggi untuk anak-anak.

“Maka kami hati-hati untuk anak-aak itu keterpaparannya itu kematiannya lebih tinggi. Tapi, belum bisa mempresentasikan karena faktor usia sangat berpengaruh terhadap kesembuhan dan kematian,” kata dia.(afs/rez)